Security Hardening
Penguatan konfigurasi sistem dan layanan untuk mengurangi risiko keamanan serta konfigurasi yang tidak diperlukan.
Meningkatkan keamanan, stabilitas, performa, dan efisiensi sistem teknologi informasi melalui konfigurasi yang tepat, backup, monitoring, troubleshooting dan optimasi berkelanjutan.
Keamanan dan performa perlu diperhatikan sejak tahap konfigurasi hingga pemeliharaan sistem.
Penguatan konfigurasi sistem dan layanan untuk mengurangi risiko keamanan serta konfigurasi yang tidak diperlukan.
Pencadangan file dan database serta persiapan pemulihan data apabila terjadi gangguan.
Identifikasi bottleneck dan optimasi konfigurasi untuk meningkatkan efisiensi sistem.
Evaluasi query, struktur tabel dan pengelolaan database agar aplikasi bekerja lebih efisien.
Identifikasi penyebab masalah pada aplikasi, server, database, jaringan maupun perangkat.
Pemeliharaan sistem, update, pengecekan konfigurasi dan perbaikan secara berkala.
Perlindungan sistem tidak hanya berupa keamanan akses, tetapi juga mencakup backup, monitoring dan kemampuan melakukan recovery.
Beberapa area yang dapat diperiksa dan diperkuat dalam lingkungan sistem.
Menjaga agar sistem tetap dapat dipulihkan ketika terjadi gangguan.
Optimasi dilakukan berdasarkan kondisi aktual sistem, sehingga langkah perbaikan dapat disesuaikan dengan sumber masalah.
Evaluasi resource, konfigurasi layanan dan penggunaan server.
Optimasi struktur, query dan proses pengolahan data.
Evaluasi proses aplikasi dan efisiensi pemrosesan data.
Pemeriksaan konektivitas dan konfigurasi jaringan pendukung.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap agar perubahan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata.
Mengidentifikasi kondisi sistem.
Menentukan risiko dan bottleneck.
Melakukan perubahan yang diperlukan.
Memastikan sistem tetap berjalan.
Memantau kondisi setelah perubahan.
Diskusikan kebutuhan security, backup, troubleshooting, maintenance atau optimasi sistem yang sedang digunakan.